Kemarin malam saya mendapat sebuah pesan singkat dari adik angkatan waktu kuliah. Mas, menurut sampeyan yang benar itu mempunyai atau memunyai? Sebuah pertanyaan pendek dengan penjelasan panjang.

Perkara masalah kata turunan seperti ini tidak saya dapatkan waktu sekolah maupun kuliah. Sudah jelas materi sederhana ini diberikan oleh dosen, tapi mungkin saya terlalu aktif membalas pesan pasangan yang posesif. Waktu itu. Jadi, sebagian besar wawasan pada tulisan ini saya dapat secara autodidak, belajar sendiri.

1.                  Kata Dasar. Secara sederhana, masing-masing kata dasar dengan diawali huruf K, P, T, dan S jika bertemu bentuk me- di depannya, maka huruf-huruf tersebut akan luluh (hilang). Biar makin paham, bentuk awalan me- memiliki fungsi membentuk kata kerja. Jangan dibayangkan, kita terapkan saja pada contoh.

Huruf K

Ø  Kasar – Mengasar (i)

Ø  Kemas – Mengemas (i)

Ø  Kunci  – Mengunci

Huruf P

Ø  Pakai – Memakai

Ø  Pukul – Memukul       

Ø  Pikir – Memikir (kan)

Huruf T

Ø  Tatap – Menatap

Ø  Taat – Menaati

Ø  Tembak – Menembak

Huruf S

Ø  Suka – Menyuka (i)

Ø  Sikat – Menyikat

Ø  Sapu – Menyapu

Termasuk juga pada bentukan kata menikung (tikung), mengasihi (kasih), menyayangi (sayang), lantas memutus (putus).  Bagaimana? Daftar urutan bucin-bucinan kalian dimulai dari menikung dulu kan?

Namun, tidak pada semua kata dasar berawalan KPTS lantas bisa kita generalisasi, gebyah uyah, hantam kromo, dengan aturan luluh-luluhan tersebut. Pada kualifikasi berikut, aturan bisa tidak berlaku.

2.                  Konsonan Ganda. Perhatikan dua huruf pertama dari kata dasar. Aturan luluh bisa jadi tidak berlaku. Jangan tanya kenapa, biasakan baca dari berbagai sumber.

Ø  Kritik, bakal menjadi mengritik? Tidak bisa. Turunannya tetap mengkritik.

Ø  Praktik, pernah dengar memraktikkan? Tidak enak di telinga saudara sekalian. Kamus kita juga tetap memilih mempraktikkan.

Ø  Transfer, sudahlah lafalkan saja dan rasakan. Mentransfer atau menransfer?

Ø  Syarat. Syarat dan sarat memiliki makna berbeda. Jika pasanganmu meminta dibangunkan candi sebelum jadian, maka maksudnya adalah mensyaratkan.

3.                  Kata asing. Peluluhan dengan awalan me- tidak bisa kita terapkan pada kata dasar dari bahasa asing. Sebab, mereka berdua tidak bertemu secara langsung. Dengarkan hukum Romeo Juliet berikut, jika kamu berasal dari dua alam berbeda, maka memaksakan hubungan antarkeduanya justru membuat kamu tidak diterima.

Ø  Tackle. Turunannya menjadi men-tackle. Dipisahkan oleh tanda (-). Tidak bisa disatukan, jangan dipaksakan.

Ø  Keep. Menge-keep. Sudahlah, tetap tidak bisa disatukan.

Ø  Support. Turunan support (bahasa Inggris) akan menjadi men-support, bukan menyupport. Tambahan, kata support tidak diserap dalam bahasa Indonesia. Namun, ada kata suporter di kamus kita. Jadi, menyuporteri itu ada. Menyuport tidak ada.

4.                  Kata Turunan. Satu lagi bentuk-bentuk kata yang menolak penerapan rumus luluh-luluhan di atas. Jika kamu percaya KPTS luluh jika diawali bentuk me-, maka perhatikan lagi bentuk dari kata KPTS tersebut. Jika ia berupa kata dasar, bukan konsonan ganda, dan berasal dari Indonesia, maka bisa langsung diterapkan. Namun, jika ia berupa kata turunan, sekali lagi rumus tersebut tak berlaku.

Ø  Pekerja. Kata pekerja berasal dari kata dasar kerja, serta memiliki makna orang yang bekerja. Jika bertemu dengan bentuk me- (seperti pada me-kan), maka kata turunannya tidak akan meluluhkan huruf P pada awal kata. Pekerja – Mempekerjakan, bukan memekerjakan.

Ø  Mempersatukan. Berasal dari kata dasar satu. Jika maksudnya adalah menjadikan satu, maka kata dasar satu bisa diturunkan menjadi bentuk  menyatukan atau mempersatukan, bukan memersatukan.

 Ø  Memperdaya, berasal dari kata dasar daya. Memiliki makna menipu dan melakukan tiu muslihat. Jangan sampai soal-soal CPNS tentang luluh-luluhan huruf memperdaya kamu sekalian.

Masih ada banyak bentuk kata turunan lain seperti memperingati, memperoleh, memperbaiki, serta contoh lainnya. Awalan me- tidak bertemu langsung dengan bentuk dasar. Jadi, kita bisa mengoreksi bentuk seperti memeroleh, memerbaiki, atau memeringati.

Lantas, mari kita kembali pada pertanyaan adik angkatan kuliah saya tadi. Setelah membaca uraian di atas, maka bentuk mempunyai yang berasal dari kata punya, salah dong, Om? Harusnya kan memunyai karena huruf P hilang.

Belum tentu. Bentuk kata mempunyai ini saya klasifikasikan pada bentukan kata istimewa. Penjelasannya ada pada tulisan berikutnya. Sabar, ini bukan seperti full day school, maunya dikebut.

Kamu juga bisa memberikan tambahan contoh kata-kata luluh pada tempat komentar di bawah. Jangan lupa tekan subscribe dan nyalakan loncengnya. Matur nuwun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *